Tifus : Penyebab, Gejala dan cara mengobati

Penyakit Tifus
Penyakit Tifus

Penyakit tifus atau yang lebih kita kenal dengan tipes merupakan penyakit yang dapat memicu terjadinya peradangan pada usus, gangguan pada pencernaan dan juga demam. Penyebab tifus adalah bakteri Salmonella typhi, bakteri ini biasanya menyebar melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri tersebut.

Kebanyakan orang menyebut penyakit ini sebagai tipes. Tipes dapat menular dengan cepat. Tipes menyerang bagian pencernaan sehingga memicu peradangan usus, menimbulkan demam dan beberapa gejala lainnya.

Pada saat inu tifus masih menjadi permasalahan yang cukup serius di Indonesia karena banyaknya kasus  tifus yang terjadi seperti pada tahun 2008, tifus menjangkiti sebanyak 800 hingga 100 ribu orang.

Penyebab Penyakit Tifus

Penyebab tifus adalah bakteri Salmonella typhi  yang dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh bakteri ini.

Jika bakteri ini berhasil masuk ke dalam tubuh kita maka bakteri akan menyerang saluran pencernaan dan kemudian dapat masuk ke aliran darah. Dan apabila bakteri ini sudah sampai menyerang aliran darah maka akan timbul gejala-gejala seperti demam. Tubuh akan merespons bahwa tubuh telah terinfeksi bakteri yang membahayakan dalam bentuk demam.

Bakteri ini dapat berkembang biak dengan cepat. Salmonella typhi  merupakan penyebab utama dalam penyakit tifus. Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang baik maka bisa semakin memburuk.

Gejala Penyakit Tifus

Jika bakteri berhasil menembus sistem kekebalan tubuh seseorang dan masuk ke dalam aliran darah maka akan timbul gejala umum seperti demam. Pada umumnya masa inkubasi bakteri ini adalah 1 hingga 2 minggu setelah bakteri menginfeksi. Setelah bakteri masuk ke pencernaan maka bakteri akan berada di usus selama 1-3 minggu. Bakteri bisa masuk ke aliran darah dengan cara menembus dinding usus.

Gejala yang mungkin terjadi pada penderita tifus setelah bakteri menginfeksi yaitu;

  • Demam tinggi (40°C)
  • Muncul bintik-bintik merah pada kulit
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Nafsu makan berkurang
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Nyeri otot
  • Badan lemas dan lesu

Cara Mengobati Penyakit Tifus

Pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi penyakit ini yaitu dengan pemberian antibiotik. Penderita tifus perlu melakukan tes lab terlebih dahulu untuk di ambil sampel darah ,urine dan tinjanya guna menentukan antibiotik yang tepat untuk diberikan. Pengobatan tifus bisa dilakukan dirumah jika gejala yang timbul masih ringan akan tetapi jika sudah memburuk sebaiknya segera di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Jika pengobatan dilakukan dirumah sakit biasanya anda akan mendapatkan antibiotik berupa suntikan dan asupan cairan dan nutrisi melalui infus. Infus diberikan untuk mencegah dehidrasi jika penderita yang mengalami gejala diare yang parah.  Biasanya tubuh akan pulih dalam waktu 3 sampai 5 hari setelah mendapatkan perwatan di rumah sakit.

Pengobatan yang dilakukan dirumah itu hanya untuk penderita yang masih mengalami gejala ringan, biasanya penderita hanya perlu mengkonsumsi antibiotik yang diberikan dokter. Dan untuk mencegah tifus kambuh lagi maka beberapa hal yang sebaiknya dilakukan yaitu;

  • Istirahat yang cukup
  • Makan teratur
  • Banyak mengkonsumsi air putih
  • Dan rajin cuci tangan dengan sabun dan air hangat untuk mencegah menyebarnya infeksi. 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*