Leukimia: Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

Penyakit Leukimia

Penyakit leukimia atau kanker hati merupakan penyakit yang berkembang dari kelebihan produksi sel darah putih yang belum matang.

Penyakit ini adalah penyakit yang serius karena terjadi penumpukan sel darah putih yang sangat banyak di dalam aliran darah dan sumsum tulang. Penumpukan itu kemudian menyebar ke bagian organ lain seperti paru-paru, ginjal, limfa, hati, hingga ke tulang belakang dan otak.

Di kutip dari Leukimia dan Lymphoma Society bahwa di tahun 2016 masyarakat Indonesia yang didagnosis terserang penyakit leukimia sebanyak enam puluh ribu orang. meskipun penyakit ini dapat menyerang orang diusia berapa pun, tetap kasus yang paling sering ditemukan adalah pada remaja dan anak-anak.

Penyebab Leukimia

Penyebab penyakit leukimia ini belum secara pasti dapat diketahui. Tetapi, terdapat beberapa hal yang memicu penyakit ini diantaranya:

  1. Penderita leukimia pernah menjalani pengobatan kanker seperti melakukan kemoterapi atau radioterapi.
  2. Pernah mengalami kecelakaan yang berhubungan dengan zat-zat kimia
  3. Faktor genetika atau keturunan dari keluarga
  4. Merokok.

Gejala Leukimia

Gejala-gejala penyakit leukimia yang dapat membantu anda mendeteksinya yaitu seperti:

  1. Darah sulit membeku

Pada saat terluka, penderita leukimia sangat sering mengeluarkan darah secara berlebihan atau pendarahan. Aliran darah mereka sangat sulit dihentikan. Darahnya pun tidak berwarna merah pekat, malainkan hanya berwarna merah muda.

  1. Mudah terkena infeksi

Tubuh penderita leukimia sering kali mengalami demam dan rentan terkena infeksi.  Hal itu disebabkan karena sel darah putih yang abnormal dalam tubuh. Demam itu juga biasanya berlangsung selama beberapa hari dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius.

  1. Nyeri di bagian tulang dan sendi

Biasanya penderita leukimia sering mengalami nyeri di bagian tulang belakang ataupun persendiannya. Rasa nyeri yang sudah akut itu bisa menyebabkan demam tinggi. Selain itu, nyeri yang dirasakan oleh penderita leukimia seringkali terjadi di bagian perut. Ini disebabkan karena limfa atau organ hati telah ada pembengkakan.

  1. Sering mengalami pendarahan dan memar

Penderita leukimia seringkali mengalami pendarahan dan memar. Ini disebabkan karena kurangnya trombosit. Trombosit ini merupakan fragmen sel yang membantu darah untuk membeku. Pada penderita leukimia, tubuh mereka seringkali muncul bintik-bintik merah keunguan. Bintik-bintik ini disebut juga petechiae yang disebabkan oleh pendarahan minor yang terjadi di dalam kulit.

Gejala-gejala lain yang sering muncul seperti sering merasakan mual, demam, sakit kepala, menggigil, mimisan, peradangan gusi, nafsu makan berkurang. Bahkan biasanya penderita leukimia mengalami penurunan berat badan secara derastis. Seringkali di malam hari penderita leukimia juga mengeluarkan keringat yang banyak.

Cara Mengobati Leukimia

Pengobatan penyakit leukimia bertujuan untuk menghancurkan sel-sel abnormal.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan dengan bahan-bahan kimia anti kanker untuk membunuh sel-sel abnormal. Pasien juga akan diberikan obat berupa pil atau cairan yang disuntikkan ke pembuluh darah.

  1. Radioterapi

Pengobatan ini dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker yaitu dengan menggunakan sinar-X yang mengandung energi yang tinggi. Sinar ini ditujukan ke bagian tubuh yang banyak memiliki sel leukimia. Sinar tersebut juga dapat diarahkan ke seluruh tubuh.

  1. Transplantasi sel induk (stem sel)

Dilakukan dengan cara memasukkan sel induk (stem sel) darah ke dalam tubuh. Gunanya adalah untuk mengganti sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang yang sehat.

Selain dilakukan terapi dan diberikan obat-obatan, penderita leukimia perlu beberapa hal untuk membantu proses penyembuhan penyakit ini juga untuk mencegah kanker darah yang akan berkembang.

  1. Berhenti merokok
  2. Menghindari paparan bahan kimia penyebab kanker seperti benzene.
  3. Makan-makanan yang bergizi dan menghindari penggunaan bahan pengawet dalam makanan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*