Hernia: Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

Penyakit hernia atau biasa kita kenal dengan sebutan penyakit 'turun berok' merupakan penyakit dengan adanya penonjolan isi rongga perut seperti usus, jaringan penyangga dan ovarium atau dinding perut yang melemah. Penyakit ini lebih banyak pria daripada wanita dengan perbandingan pria dan wanita sebesar 26:1. Menurut data badan kesehatan nasional WHO, ada 19 juta orang yang tercatat menderita hernia selama kurun waktu 2005 hingga 2010. Jumlah terbesarnya berada di negara-neraga di Asia dan Afrika. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI, ada sekitar 1000-an kasus hernia pada Januari 2010 sampai Februari 2011 saja. Pemerintah memprediksi angka ini akan terus meningkat karena semakin buruknya pola hidup dan lingkungan sekarang ini yang pada akhirnya dapat menyebabkan kelemahan pada beberapa organ dalam tubuh kita. Berdasarkan letaknya, penyakit hernia terbagi dalam beberapa jenis , diantaranya: Hernia Inguinalis. Penyakit hernia satu ini yang paling sering menyerang dan biasa disebut 'turun berok'. Hernia jenis ini terjadi saat jarubgan lemak atau daerah usus menonjol ke daerah lipat paha. Lalu menimbulkan bengkak di skrotum (kantung pelir). Hernia femoralis. Hernia jenis ini jarang terjadi. Hernia ini lebih banyak menyerang kaum wanita terutama yang berusia 50 tahun ke atas. Hernia insisi. Biasanya terjadi akibat jahitan bekas luka di perut yang belum terpasang secara benar. Hernia epigastrik. Karena jaringan lemak keluar lewat dinding perut yaitu antara pusar dan daerah bawah tulanh dada. Hernia spigelian. Terjadi pada orang laki-laki di usia lebih dari 50 tahun. Hernia hiatus. Ini terjadi jika lambung mencuat ke dalam rongga dada lewat lubang (hiatus) di diafragma yaitu otot penyekat rongga perut dan dada). Hernia umbilikus. Hernia ini merupakan jenis hernia yang sering terjadi pada bayi. Jenis ini dapat hilang dengan sendirinya jika bayi telah berumur satu tahun. Kita sering menyebut hernia ini sebagai 'udel bodong'. Hernia diafragma. Terjadi karena beberapa organ perut bergerak ke rongga dada lewat pembukaan di diafragma. Penyebab Hernia Hernia terjadi sebab tekanan di rongga perut dan kelemahan otot dinding perut. Penyebab kelemahan otot tersebut dapat terjadi karena: Kelainan bawaan Penuaan (bertambahnya usia) Adanya bekas luka operasi Selanjutnya, untuk meningkatnya tekanan yang ada di rongga perut disebabkan oleh faktor-faktor seperti: Batuk yang kronis Bersin yang terlalu lama Kehamilan Sembelit Seringnya mengangkat beban berat Kegemukan Penumpukan cairan di dalam rongga perut Aktivitas fisik yang terlalu berlebihan  Gejala Hernia Gejala-gejala hernia bisa terjadi pada orang dewasa maupun bayi. Untuk ciri-ciri atau gejala yang muncul pada bayi diantaranya: Adanya pembengkakan di kantung pelir Terasa nyeri di daerah benjolan Semakin berjalannya waktu ukurannya akan semakin membesar Terkadang, apabila ada komplikasi maka akan menimbulkan mual, muntah-muntah, susah buang angin, susah buang air besar sampai perut membesar. Ketika buang air kecil pada bagian kandung kencing terasa sakit. Sulit menelan Nyeri di dada Mengalami gangguan pencernaan Cara Mengobati Hernia Anda dapat melalukan penanganan penyakit hernia ini dengan hal-hal berikut: Melakukan pemeriksaan ke dokter dengan di USG.  Penyakit ini merupakan penyakit gawat, maka jika terindikasi segeralah ke dokter. Biasanya dokter akan menyarankan anda untuk melakukan operasi. Beberapa jenis hernia memang tidak memerlukan operasi, seperti jenis hernia umblilikus yang menyerang bayi. Tetapi penyakit ini tetap harus diwaspadai dan diperiksakan ke dokter. Untuk anda yang disarankan oleh dokter harus operasi, berikut ini prosedur operasi untuk menangani penyakit hernia, yaitu memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan dokter diantaranya: Kondisi kesehatan pasien. Operasi akan sulit jika keadaan pasien buruk. Isi hernia. Hernia ada yang berisi usus, otot, atau jaringan lain. Gejala yang dialami. Hernia ada yang tidak punya gejala dan ada pula yang terasa sakit sekali. Lokasi Hernia. Hernia yang muncul di selangkangan lebih butuh dioperasi dibandingkan hernia yang berada di bagian perut. Sekian informasi dari kami. Semoga dapat memberikan informasi. Tetap selalu konsultasikan setiap keluhan anda ke dokter.
Penyakit Hernia

Penyakit hernia atau biasa kita kenal dengan sebutan penyakit ‘turun berok’ merupakan penyakit dengan adanya penonjolan isi rongga perut seperti usus, jaringan penyangga dan ovarium atau dinding perut yang melemah. Penyakit ini lebih banyak pria daripada wanita dengan perbandingan pria dan wanita sebesar 26:1.

Menurut data badan kesehatan nasional WHO, ada 19 juta orang yang tercatat menderita hernia selama kurun waktu 2005 hingga 2010. Jumlah terbesarnya berada di negara-neraga di Asia dan Afrika.

Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI, ada sekitar 1000-an kasus hernia pada Januari 2010 sampai Februari 2011 saja. Pemerintah memprediksi angka ini akan terus meningkat karena semakin buruknya pola hidup dan lingkungan sekarang ini yang pada akhirnya dapat menyebabkan kelemahan pada beberapa organ dalam tubuh kita.

Berdasarkan letaknya, penyakit hernia terbagi dalam beberapa jenis , diantaranya:

  1. Hernia Inguinalis. Penyakit hernia satu ini yang paling sering menyerang dan biasa disebut ‘turun berok’. Hernia jenis ini terjadi saat jarubgan lemak atau daerah usus menonjol ke daerah lipat paha. Lalu menimbulkan bengkak di skrotum (kantung pelir).
  2. Hernia femoralis. Hernia jenis ini jarang terjadi. Hernia ini lebih banyak menyerang kaum wanita terutama yang berusia 50 tahun ke atas.
  3. Hernia insisi. Biasanya terjadi akibat jahitan bekas luka di perut yang belum terpasang secara benar.
  4. Hernia epigastrik. Karena jaringan lemak keluar lewat dinding perut yaitu antara pusar dan daerah bawah tulanh dada.
  5. Hernia spigelian. Terjadi pada orang laki-laki di usia lebih dari 50 tahun.
  6. Hernia hiatus. Ini terjadi jika lambung mencuat ke dalam rongga dada lewat lubang (hiatus) di diafragma yaitu otot penyekat rongga perut dan dada).
  7. Hernia umbilikus. Hernia ini merupakan jenis hernia yang sering terjadi pada bayi. Jenis ini dapat hilang dengan sendirinya jika bayi telah berumur satu tahun. Kita sering menyebut hernia ini sebagai ‘udel bodong’.
  8. Hernia diafragma. Terjadi karena beberapa organ perut bergerak ke rongga dada lewat pembukaan di diafragma.

Penyebab Hernia

Hernia terjadi sebab tekanan di rongga perut dan kelemahan otot dinding perut. Penyebab kelemahan otot tersebut dapat terjadi karena:

  1. Kelainan bawaan
  2. Penuaan (bertambahnya usia)
  3. Adanya bekas luka operasi

Selanjutnya, untuk meningkatnya tekanan yang ada di rongga perut disebabkan oleh faktor-faktor seperti:

  1. Batuk yang kronis
  2. Bersin yang terlalu lama
  3. Kehamilan
  4. Sembelit
  5. Seringnya mengangkat beban berat
  6. Kegemukan
  7. Penumpukan cairan di dalam rongga perut
  8. Aktivitas fisik yang terlalu berlebihan

Gejala Hernia

Gejala-gejala hernia bisa terjadi pada orang dewasa maupun bayi. Untuk ciri-ciri atau gejala yang muncul pada bayi diantaranya:

  1. Adanya pembengkakan di kantung pelir
  2. Terasa nyeri di daerah benjolan
  3. Semakin berjalannya waktu ukurannya akan semakin membesar
  4. Terkadang, apabila ada komplikasi maka akan menimbulkan mual, muntah-muntah, susah buang angin, susah buang air besar sampai perut membesar.
  5. Ketika buang air kecil pada bagian kandung kencing terasa sakit.
  6. Sulit menelan
  7. Nyeri di dada
  8. Mengalami gangguan pencernaan

Cara Mengobati Hernia

Anda dapat melalukan penanganan penyakit hernia ini dengan hal-hal berikut:

  1. Melakukan pemeriksaan ke dokter dengan di USG.
  2. Penyakit ini merupakan penyakit gawat, maka jika terindikasi segeralah ke dokter. Biasanya dokter akan menyarankan anda untuk melakukan operasi.
  3. Beberapa jenis hernia memang tidak memerlukan operasi, seperti jenis hernia umblilikus yang menyerang bayi. Tetapi penyakit ini tetap harus diwaspadai dan diperiksakan ke dokter.

Untuk anda yang disarankan oleh dokter harus operasi, berikut ini prosedur operasi untuk menangani penyakit hernia, yaitu memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan dokter diantaranya:

  1. Kondisi kesehatan pasien. Operasi akan sulit jika keadaan pasien buruk.
  2. Isi hernia. Hernia ada yang berisi usus, otot, atau jaringan lain.
  3. Gejala yang dialami. Hernia ada yang tidak punya gejala dan ada pula yang terasa sakit sekali.
  4. Lokasi Hernia. Hernia yang muncul di selangkangan lebih butuh dioperasi dibandingkan hernia yang berada di bagian perut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*