Cacar Air: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Penyakit Cacar Air

Penyakit cacar air atau dalam kedokteran biasa disebut dengan chickenpox (varisela) merupakan inveksi membran mukosa yang menyebabkan lenting diseluruh tubuh dan wajah. Penyakit ini dapat menular pada orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum pernah menerima vaksin cacar air.

Cacar air merupakan penyakit yang menular yang sering terjadi pada kita. Penyakit cacar air ini bisa menyerang pada siapapun dan dalam rentang usia berapapun. Tetapi, biasanya cacar air lebih banyak menyerang pada anak-anak yaitu usia di bawah 10 tahun. Cacar air menyerang pada orang-orang yang mempunyai sistem imun yang lemah, seperti pada usia bayi, ibu hamil, dan lansia.

Penyebab Cacar Air

Virus herpes penyebab penyakit cacar air ini adalah bernama varicella-zoster bagi anak-anak, dan virus shingles (herpes zoster) bagi orang dewasa. Bagi orang dewasa, virus ini lebih berat dan ketika menyerang akan terasa sangat nyeri pada tubuh.

Faktor-faktor penyebab cacar air:

  1. Belum atau tidak pernah menerima vaksin cacar air
  2. Belum pernah terkena cacar air sebelumnya
  3. Bekera di rumah sakit atau tempat umum lainnya
  4. Kekebalan tubuh yang lemah
  5. Sedang mengidap penyakit tertentu
  6. Penularan dari anak-anak yang belum pernah di vaksin

Gejala Cacar Air

Tanda-tanda yang muncul apabila anda terkena cacar air adalah:

  1. Demam ringan
  2. Sakit kepala
  3. Batuk
  4. Pilek
  5. Lemas
  6. Tidak nafsu makan

Setalah tanda-tanda seperti di atas muncul, biasanya setelah 2 sampai dengan 3 hari akan timbul bentol-bentol diseluruh badan. Lalu, berkembang menjadi lenting berisi cairan yang akan terasa gatal. Kemudian setelah kurang lebih 4 hingga 5 hari lenting tadi mengering dan berbentuk seperti koreng. Biasanya lenting yang akan bermunculan pada tubuh kita kurang lebih sebanyak 500 lentingan.

Cara Mengobati Cacar Air

Untuk mengobati cacar air diperlukan obat agar cepat dalam proses penyembuhannya. Tetapi, biasanya pada anak yang sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat, anak tersebut tidak membutuhkan obat khusus karena akan sembuh dengan sendirinya. Begitu pula sebaliknya, untuk anak yang kurang sehat, cacar yang menyerang biasanya diobati dengan obat non-aspirin yaitu acetaminophen untuk menurunkan demam. Sebaiknya jangan memberikan obat aspirin untuk anak-anak.

Obat-obatan lain yang dianjurkan adalah antihistamin, lotion calamine, dan mandi oatmeal yang bisa mengurangi rasa gatal-gatal dalam tubuh. Selain itu, dianjurkan untuk lebih banyak minum cairan dan banyak istirahat. Hal lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran cacar air yaitu jauhkan anak-anak dari orang lain sampai bentol mengering.

Selain obat-obatan, cacar air juga bisa diatasi dengan beberapa hal berikut:

  1. Banyaklah minum air putih
  2. Hindari makan makanan yang asin
  3. Jika cacar air terjadi di dalam mulut, maka bisa diberikan es untuk meredakan rasa nyeri di mulut
  4. Jangan menggaruk bintil cacar air karena dapat menyebabkan infeksi, bisa menyebabkan bekas luka, bahkan dapat juga menularkan kepada orang lain
  5. Pada anak-anak usahakan memakaikan sarung tangan dan kaos kaki saat tidur, guna keamanan kulitnya dari kuku yang tanpa sadar bisa digaruk begitu saja
  6. Memakai pakaian yang lembut dan longgar seperti bahan katun, agar iritasi kulit sebab cacar air yang pecah di badan bisa dicegah.
  7. Untuk anak usia 1 tahun lebih, anda bisa memberikannya chlorphenamine
  8. Untuk meredakan nyeri dan demam dapat diberikan paracetamol

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*